Gambar
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Prosedur 2. Hardware dan Diagram Blok 3. Rangkaian Simulasi Dan Prinsip Kerja 4. Flowchart dan Listing Program 5. Video Demo 6. Kondisi 7. Video simulasi 8. Download File MODUL 2 TUGAS PENDAHULUAN 2 1. Prosedur   [Kembali] Rangkai komponen sesuai gambar pada modul menggunakan platform  Wokwi.com . Buka  STM32CubeIDE , kemudian pilih opsi  New STM32 Project . Pada menu  BOARD SELECTOR , cari dan pilih papan  STM32 Nucleo G474RE . Atur konfigurasi pin pada file  .ioc  sesuai kebutuhan rangkaian yang telah dirancang. Lakukan  Generate Code , lalu masukkan kode program yang diperlukan ke dalam file  main.c  dan  main.h . Klik  Build Project  untuk mengkompilasi proyek. Ambil file  main.c  dan  main.h  yang telah selesai di-generate, lalu masukkan kedua file tersebut ke dalam komponen  STM32 Nucleo G474RE  di Wokwi. Jalankan simulasi rangk...



MODUL 1

LAPORAN AKHIR 3


1. jurnal  [Kembali]

  • Multiplexer

  • Demultiplexer


2. alat dan bahan [Kembali]

  • Multiplexer
  1. IC 4052




2. Switch Spdt


3. power supply

4. Ground


5. logic probe



  • Demultiplexer
  1. IC 74154




2. Switch Spdt


3. power supply

4. Ground


5. logic probe


3. rangkaian Simulasi  [Kembali]

  • Multiplexer

  • Demultiplexer

4. Prinsip kerja Rangkaian  [Kembali]

  • Multiplexer


Rangkaian pada gambar menggunakan IC 4052 yang berfungsi sebagai multiplexer (MUX) dan demultiplexer (DEMUX) analog/digital. Prinsip kerjanya adalah menghubungkan salah satu dari beberapa input ke output berdasarkan kombinasi logika dari sinyal selektor (A dan B). Pada gambar terlihat beberapa switch (SPDT) yang mewakili input X0–X3 dan Y0–Y3. Ketika selektor A dan B diatur, hanya satu jalur input yang akan diteruskan ke output X atau Y. Dengan demikian, multiplexer bertindak sebagai "saklar elektronik" yang memilih data dari beberapa sumber menjadi satu saluran keluaran.

Selain itu, multiplexer ini juga dapat bekerja sebaliknya sebagai demultiplexer, yaitu menyalurkan satu sinyal input ke salah satu dari beberapa jalur output sesuai alamat selektor. Pada rangkaian, output probe logic memperlihatkan kondisi logika hasil pemilihan input. Prinsip kerja ini banyak dimanfaatkan pada sistem digital untuk menghemat jalur transmisi data, membagi sinyal, maupun sebagai pengendali dalam sistem komunikasi maupun kendali otomatis.

  • Demultiplexer

Rangkaian pada gambar menggunakan IC 74154 yang berfungsi sebagai demultiplexer (DEMUX) 4-to-16 line decoder. Prinsip kerjanya adalah mengubah kombinasi biner 4-bit (A, B, C, D) menjadi salah satu dari 16 output aktif. Input selektor (A–D) menentukan jalur output mana yang akan bernilai logika aktif (LOW), sementara output lainnya tetap pada kondisi HIGH. Dengan demikian, hanya satu output yang diaktifkan pada suatu waktu sesuai dengan alamat biner yang diberikan.

Selain itu, IC ini juga memiliki pin Enable (E1 dan E2) yang berfungsi sebagai kontrol untuk mengaktifkan atau menonaktifkan seluruh output. Jika pin enable dalam kondisi non-aktif, maka semua output berada pada keadaan HIGH. Rangkaian seperti ini banyak digunakan dalam sistem digital untuk pemilihan alamat memori, kendali multiprosesor, maupun distribusi sinyal ke beberapa perangkat dengan hanya menggunakan sedikit jalur input.


5. video rangkaian  [Kembali]

  • Video Multiplexer dan Demultiplexer


6. Analisa   [Kembali]

1. Analisa hasil percobaan Multiplexer (percobaan 3a) ketika input data X0, X1, X2, X3 diberi variasi logika, lalu S0 dan S1 diubah-ubah ?

2. Analisa hubungan antara persamaan Demux dengan persamaan Decoder. Mengapa Demux dapat dianggap sebagai Decoder yang diberi satu input data tambahan 𝐷 ?

jawaban :

1. Analisa hasil percobaan Multiplexer (percobaan 3a):
Pada rangkaian multiplexer, input data (X0, X1, X2, X3) akan dipilih berdasarkan kombinasi sinyal selektor (S0 dan S1). Jika S0 dan S1 = 00 maka yang keluar adalah X0, jika 01 maka X1, jika 10 maka X2, dan jika 11 maka X3. Hasil percobaan menunjukkan bahwa perubahan kombinasi S0 dan S1 benar-benar mengarahkan output sesuai dengan input data yang dipilih. Hal ini menegaskan bahwa multiplexer bekerja sebagai sebuah data selector, yaitu hanya meneruskan salah satu input menuju output sesuai kombinasi selektornya.

2. Analisa hubungan Demux dengan Decoder:
Demultiplexer pada dasarnya memiliki fungsi yang hampir sama dengan decoder. Sebuah decoder akan mengaktifkan satu dari sekian banyak output berdasarkan kombinasi input biner. Bedanya, demultiplexer memiliki tambahan satu input data (D), sehingga bukan hanya sekedar menentukan channel mana yang aktif, tetapi juga meneruskan sinyal data tersebut ke salah satu output yang dipilih. Dengan kata lain, demux bisa dianggap sebagai decoder yang diberi tambahan data input, di mana sinyal input ini akan diarahkan hanya ke satu output sesuai kode biner selektornya.

  • Analisa jurnal



7. Link Download  [Kembali]


Komentar

Postingan populer dari blog ini