Gambar
  [KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Tujuan 3. Alat dan Komponen 4. Landasan Teori dan Grafik respon 5. Percobaan Hide Percobaan a) Flowchart b) Listing Program c) Rangkaian Simulasi dan Prinsip Kerja d) Foto Rangkaian e) Video Demo f) Kesimpulan dan Saran 6. Download File *Klik teks untuk menuju MODUL 4 RAMBU JALUR EVAKUASI CERDAS INTERAKTIF UNTUK MITIGASI GALODO (SMART EVACUATION SIGNAGE) 1. Pendahuluan [Kembali] Secara geografis dan topografis, wilayah Sumatera Barat dikelilingi oleh perbukitan dan dilalui oleh banyak aliran sungai, menjadikannya kawasan yang sangat rawan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bandang atau yang secara lokal dikenal sebagai Galodo . Bencana ini umumnya terjadi secara tiba-tiba akib...



MODUL 3

TUGAS PENDAHULUAN 1


1. Kondisi [Kembali]

PERCOBAAN 1 KONDISI 11 :

BUATLAH RANGKAIAN SEPERTI GAMBAR PERCOBAAN 1, GANTI PROBE DENGAN LED HIJAU

2. Gambar rangkaian dan simulasi [Kembali]

Gambar Percobaan 1A

Gambar Percobaan 1B

3. Video Simulasi  [Kembali]



4. Prinsip kerja Rangkaian  [Kembali]

Gambar Rangkaian   

Prinsip kerja rangkaian asynchronous binary counter pada gambar tersebut didasarkan pada penggunaan flip-flop yang diatur secara berantai (ripple counter). Clock utama diberikan pada flip-flop pertama, kemudian output dari flip-flop sebelumnya digunakan sebagai clock untuk flip-flop berikutnya. Hal ini menyebabkan adanya keterlambatan propagasi sinyal (propagation delay) pada setiap tahapan flip-flop. Dengan demikian, setiap flip-flop akan berubah keadaan (toggle) secara bergantian mengikuti pembagian frekuensi dari clock awal.

Ketika input clock masuk, flip-flop pertama (LSB) akan membagi frekuensi clock menjadi setengahnya, flip-flop kedua membaginya lagi setengah dari output pertama, dan seterusnya hingga flip-flop terakhir. Hasil dari pembagian frekuensi tersebut akan menghasilkan pola biner yang berurutan sesuai dengan prinsip pencacah biner (binary counter). Nilai biner yang terbentuk ditampilkan melalui LED yang menyala sebagai representasi logika “1” dan mati sebagai logika “0”.

Dengan konfigurasi seperti pada rangkaian, output LED H0 sampai H7 akan menampilkan urutan hitungan biner dari 00000000 hingga 11111111 (untuk 8-bit counter). Karena sifatnya asynchronous, maka terdapat perbedaan waktu transisi antar bit akibat delay propagasi antar flip-flop, sehingga perubahan pada output tidak serentak. Namun, untuk aplikasi sederhana seperti tampilan perhitungan biner dengan LED, rangkaian ini sudah cukup untuk memperlihatkan konsep dasar counter biner secara jelas.


5. Link Download  [Kembali]


Komentar

Postingan populer dari blog ini