[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Prosedur 2. Hardware dan Diagram Blok 3. Rangkaian Simulasi Dan Prinsip Kerja 4. Flowchart dan Listing Program 5. Video Demo 6. Kondisi 7. Video simulasi 8. Download File MODUL 2 TUGAS PENDAHULUAN 2 1. Prosedur [Kembali] Rangkai komponen sesuai gambar pada modul menggunakan platform Wokwi.com . Buka STM32CubeIDE , kemudian pilih opsi New STM32 Project . Pada menu BOARD SELECTOR , cari dan pilih papan STM32 Nucleo G474RE . Atur konfigurasi pin pada file .ioc sesuai kebutuhan rangkaian yang telah dirancang. Lakukan Generate Code , lalu masukkan kode program yang diperlukan ke dalam file main.c dan main.h . Klik Build Project untuk mengkompilasi proyek. Ambil file main.c dan main.h yang telah selesai di-generate, lalu masukkan kedua file tersebut ke dalam komponen STM32 Nucleo G474RE di Wokwi. Jalankan simulasi rangk...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
PERCOBAAN : ADDER NON INVERTING AMPLIFIER
a) Jurnal [kembali]
b) Hardware dan Prosedur [kembali]
- Buat rangkaian seperti gambar
- Hubungkan resistor dan ground
- Hidupkan powr supply sebesar
- Hubungkan power supply ke rangkaiannya
- Ukur nilai Voutnya
2. Hardware
ALAT
1. Multimeter
c) Rangkaian Simulasi & Prinsip Kerja [kembali]
1. Rangkaian Simulasi
2. Prinsip Kerja
Tegangan yang berasal dari signal generator akan diumpankan ke kaki Non inverting OPM. hasil keluaran OPM adalah Vout = Vin (1 + Rf / Rin). Dan ACL atau penguatan tegangan adalah Acl = (Rf / Rin) + 1. Lalu tegangan input (Non Inverting) dan ouput dihubungkan ke channel A dan B pada oscilloscope dan akan didapatkan gelombang sinus.
d) Analisa [kembali]1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian adder inverting amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan ? Jawab :
Rangkaian adder inverting amplifier menggunakan penguat operasional (op-amp) dalam konfigurasi pembalik (inverting). Input tegangan yang diberikan melalui resistor (R1, R2, dll.) ke terminal inverting op-amp. Outputnya adalah jumlah dari input-input tersebut dengan fase yang dibalik, dikalikan dengan rasio antara resistor umpan balik (Rf) dan resistor input.
Dari hasil percobaan, jika nilai output yang diperoleh sesuai dengan persamaan:
Vout=−(R1RfV1+R2RfV2+⋯+RnRfVn)
Hal ini menunjukkan bahwa rangkaian bekerja dengan baik sebagai adder inverting amplifier. Jika ada penyimpangan, mungkin disebabkan oleh ketidaksempurnaan komponen seperti toleransi resistor atau noise.
2. Analisa prinsip kerja dari rangkaian adder non inverting amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan ?Jawab :
Rangkaian adder non-inverting amplifier menambahkan beberapa sinyal input secara langsung melalui resistor, dengan salah satu input terhubung ke terminal non-inverting op-amp. Outputnya adalah jumlah dari semua input ditambah dengan penguatan sesuai dengan konfigurasi yang digunakan.
Rumus umum untuk output pada adder non-inverting amplifier adalah:
Vout=Vin×(1+RinRf)
Dari hasil percobaan, output yang sesuai dengan perhitungan teoritis mengindikasikan bahwa rangkaian bekerja dengan baik. Jika terjadi perbedaan, itu mungkin berasal dari variasi resistor atau pengaruh frekuensi.
3. Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan berikan alasannya ?Jawab :
Perbandingan antara nilai perhitungan teoritis dengan nilai pengukuran dari percobaan memberikan gambaran tentang akurasi rangkaian.
Perbedaan Kecil: Jika perbedaan yang terjadi kecil, ini biasanya disebabkan oleh toleransi komponen, seperti resistor yang tidak sepenuhnya sesuai dengan nilai nominalnya, atau adanya noise kecil dalam rangkaian.
Perbedaan Signifikan: Jika perbedaannya signifikan, kemungkinan ada masalah dalam perancangan atau implementasi rangkaian. Misalnya, kesalahan dalam penyambungan, nilai komponen yang salah, atau masalah dengan suplai daya op-amp.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran termasuk suhu, usia komponen, dan kualitas penyolderan. Semua ini perlu dipertimbangkan saat melakukan analisis akhir.
d) Analisa [kembali]
1. Analisa prinsip kerja dari rangkaian adder inverting amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan ?
Dari hasil percobaan, jika nilai output yang diperoleh sesuai dengan persamaan:
Vout=−(R1RfV1+R2RfV2+⋯+RnRfVn)
Rumus umum untuk output pada adder non-inverting amplifier adalah:
Vout=Vin×(1+RinRf)
Perbedaan Kecil: Jika perbedaan yang terjadi kecil, ini biasanya disebabkan oleh toleransi komponen, seperti resistor yang tidak sepenuhnya sesuai dengan nilai nominalnya, atau adanya noise kecil dalam rangkaian.
Perbedaan Signifikan: Jika perbedaannya signifikan, kemungkinan ada masalah dalam perancangan atau implementasi rangkaian. Misalnya, kesalahan dalam penyambungan, nilai komponen yang salah, atau masalah dengan suplai daya op-amp.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran termasuk suhu, usia komponen, dan kualitas penyolderan. Semua ini perlu dipertimbangkan saat melakukan analisis akhir.
Jawab :
Rangkaian adder inverting amplifier menggunakan penguat operasional (op-amp) dalam konfigurasi pembalik (inverting). Input tegangan yang diberikan melalui resistor (R1, R2, dll.) ke terminal inverting op-amp. Outputnya adalah jumlah dari input-input tersebut dengan fase yang dibalik, dikalikan dengan rasio antara resistor umpan balik (Rf) dan resistor input.Dari hasil percobaan, jika nilai output yang diperoleh sesuai dengan persamaan:
Vout=−(R1RfV1+R2RfV2+⋯+RnRfVn)
Hal ini menunjukkan bahwa rangkaian bekerja dengan baik sebagai adder inverting amplifier. Jika ada penyimpangan, mungkin disebabkan oleh ketidaksempurnaan komponen seperti toleransi resistor atau noise.
2. Analisa prinsip kerja dari rangkaian adder non inverting amplifier berdasarkan nilai yang didapatkan dari percobaan ?Jawab :
Rangkaian adder non-inverting amplifier menambahkan beberapa sinyal input secara langsung melalui resistor, dengan salah satu input terhubung ke terminal non-inverting op-amp. Outputnya adalah jumlah dari semua input ditambah dengan penguatan sesuai dengan konfigurasi yang digunakan.Rumus umum untuk output pada adder non-inverting amplifier adalah:
Vout=Vin×(1+RinRf)
Dari hasil percobaan, output yang sesuai dengan perhitungan teoritis mengindikasikan bahwa rangkaian bekerja dengan baik. Jika terjadi perbedaan, itu mungkin berasal dari variasi resistor atau pengaruh frekuensi.
3. Bagaimana perbandingan antara nilai perhitungan dengan pengukuran dan jika terjadi perbedaan berikan alasannya ?Jawab :
Perbandingan antara nilai perhitungan teoritis dengan nilai pengukuran dari percobaan memberikan gambaran tentang akurasi rangkaian.Perbedaan Kecil: Jika perbedaan yang terjadi kecil, ini biasanya disebabkan oleh toleransi komponen, seperti resistor yang tidak sepenuhnya sesuai dengan nilai nominalnya, atau adanya noise kecil dalam rangkaian.
Perbedaan Signifikan: Jika perbedaannya signifikan, kemungkinan ada masalah dalam perancangan atau implementasi rangkaian. Misalnya, kesalahan dalam penyambungan, nilai komponen yang salah, atau masalah dengan suplai daya op-amp.
Faktor lain yang dapat mempengaruhi hasil pengukuran termasuk suhu, usia komponen, dan kualitas penyolderan. Semua ini perlu dipertimbangkan saat melakukan analisis akhir.
e) Video Percobaan [kembali]
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Postingan populer dari blog ini
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Tujuan 2. Alat dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan Percobaan ... A. Tugas Pendahuluan 1 B. Tugas Pendahuluan 2 C. Laporan Akhir 1 D. Laporan Akhir 2 D. Laporan Akhir 3 MODUL 1 GERBANG LOGIKA 1. Tujuan [Kembali] 1. Merangkai dan menguji operasi dari gerbang logika. 2. Merangkai dan menguji gerbang logika dan Aljabar Boelean. 3. Merangkai dan menguji rangkaian Encoder dan Decoder. 4. Merangkai dan menguji rangkaian Multiplexer dan Demultiplexer. 2. Alat Dan Bahan [Kembali] 1. Panel DL 2203C. 2. Panel DL 2203S. 3. Jumper. 4. Laptop. 5. Software Proteus ver minimal 8.17 3. Dasar Teori [Kembali] 1.3.1 Gerbang Logika Gerbang Logika atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Logic Gat...
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Tujuan 2. Alat dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan Percobaan ... A. Tugas Pendahuluan 1 B. Tugas Pendahuluan 2 C. Laporan Akhir 1 D. Laporan Akhir 2 MODUL 3 COUNTER & SHIFT REGISTER 1. Tujuan [Kembali] Merangkai dan menguji operasi logika dari Counter Asyncron dan Counter Syncronous. Merangkai dan menguji aplikasi dari sebuah Counter. Merangkai dan menguji aplikasi dari sebuah Shift Register. 2. Alat Dan Bahan [Kembali] Panel DL 2203D Panel DL 2203C Panel DL 2203S Jumper 3. Dasar Teori [Kembali] 3.1.1 Counter Counter adalah sebuah rangkaian sekuensial yang mengeluarkan urutan state-state tertentu, yang merupakan aplikasi dari pulsa-pulsa inputnya. Pulsa input dapat berupa pulsa clock atau pulsa yang dibangkitkan oleh sumber eksternal dan muncul pada interval waktu terte...
[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Tujuan 2. Alat dan Bahan 3. Dasar Teori 4. Percobaan Percobaan ... A. Tugas Pendahuluan 1 B. Tugas Pendahuluan 2 C. Laporan Akhir 1 D. Laporan Akhir 2 MODUL 2 FLIP FLOP 1. Tujuan [Kembali] 1. Merangkai dan menguji berbagai macam flip- flop. 2. Alat Dan Bahan [Kembali] 1.1 Alat yang Digunakan Gambar 2.1 Module D’Lorenzo Gambar 2.2 DL2203S Module D’Lorenzo Gambar 2.2 Jumper 1. Panel DL 2203C 2. Panel DL 2203D 3. Panel DL 2203S 4. Jumper 3. Dasar Teori [Kembali] Flip- Flop Flip-flop adalah rangkaian elektronika yang memilki dua kondisi stabil dan dapat digunakan untuk menyimpan informasi. Flip-flop merupakan pen...



Komentar
Posting Komentar